Serat Wedhatama Pupuh Pangkur ,Kelas XI
SERAT WEDHATAMA PUPUH PANGKUR
A. Serat Wedhatama
Serat wedhatama adalah salah salah satu tembang yang diciptakan oleh gusti pangeran adipati arya sri mangkunegara IV. Serat wedhatama berisi tentang budi pekerti utau tingkah laku utama manusia
Serat wedhatama berasal dari bahasa sangsekerta yaitu ‘’wedhatama’’. ‘’wedha’’ yang artinya ilmu pangerten. Dan “Tama” yang artinya bagus atau baik.
Serat wedhatama berisi tembang macapat yaitu pupuh pangkur, sinom, pucung, gambuh dan kinanthi.
B. Serat Wedhatama Pupuh Pangkur
Pangkur berasal dari kata “Mungkur” yang artinya menjauhkan hawa nafsu dan tindakan yang tidak baik. Kalimat pangkur merupakan karangan dari Sunan Muryapada yang mempunyai makna menggambarkan ketika manusia sudah melewati umur atau sudah mengurungkan kehidupan di dunia sehingga bisa mengendalikan tingkah laku dan nafsu yang tidak baik, yang dipirkan hanyalah ketika bertemu dengan sang pencipta.
Sifat atau watak tembang pangkur dalam bahasa jawa yaitu banter, mantep, kereng, lan nesu. Sehingga cocok untuk mengingatkan tentang cerita yang nyata, percintaan dan sebagainya.
Serat wedhatama mempunyai ajaran yaitu:
1. Mengajarkan tentang tuntunan moral dan etika pribadi utuk membangun watak diri sendiri.
2. Mengajarkan tentang etika sosial pendidikan karakter utuk hidup bermasyarakat.
3. Mengajarkan tentang bab agama atau cara berterimakasih kepada yang maha kuasa.
Tembang macapat pangkur mempunyai unsur, yaitu:
1. Guru lagu adalah jatuhnya huruf vocal dalam satu baris
2. Guru wilangan adalah jumlah suku kata dalam satu baris
3. Guru gatra adalah jumlah nya baris dalam satu bait
C. Menentukan Ajaran Luhur Dan Nilai Dalam Serat Wedhatama Pupuh Pangkur
Ajaran luhur adalah kalimat baik yang dapat ditiru dalam tembang. Ketika akan menentukan ajaran yang dapat dipetik, kita harus mengetahui isi dari tembang tersebut terlebih dahulu.
Berikut 3 nilai yang ada dalam tembang tersebut:
1. Nilai religious merupakan nilai yang berkaitan dengan ibadah, amalan, agama dan sebagainya.
2. Nilai sosial merupakan nilai yang berkaitan dengan tingkah laku, tata karma, syariat agama dan lain-lain.
3. Nilai kebudayaan merupakan nilai yang berkaitan dengan adat istiadat.
D. Urutan Menulis Tembang Macapat
1. Menentukan tema
2. Menentukan jenis tembang
3. Menulis unsur-unsur tembang
4. Memilih kalimat dan contoh yang baik
5. Membuat kalimat yang pas dengan unsur tembang
6. Meneliti lagi kalimat yang sudah dibuat dan harus pas dengan unsur-unsur yang telah dibuat sebelumnya.
E. Contoh Tembang Pangkur
Tema : urip prasaja
Tembang : pangkur
Unsur : 8a, 11i, 8u, 7a, 12u, 8a, 8i.
Tembang:
Yen bisa urip prasaja,
Kena apa neka-neka sru melik,
Marang kang katone murup,
Mompyor sarwa gumebyar,
Apa ya kuwi sing diarani luhur,
Apa kuwi tandha mulya,
Apa mlah tandha miskin.
Dipetik dari: www.bijakjawa.com